Beranda Sekilas Info Contoh Kalimat Aktif dan Pasif Beserta Penerapannya

Contoh Kalimat Aktif dan Pasif Beserta Penerapannya

88
0

Contoh kalimat aktif dan pasif merupakan pola kalimat dalam Bahasa Indonesia yang berbeda. Kedua kalimat ini dikelompokkan berdasarkan subyeknya. Sebuah kalimat akan dinyatakan lengkap apabila terdiri dari subjek (pelaku), predikat atau verba (kata kerja), objek, serta kata keterangan. Sering kita menyebutnya dengan SPOK.

Contoh Kalimat Aktif dan Pasif Beserta Penerapannya
nesabamedia.com

Kalimat Aktif dan Kalimat Pasif

Pada dasarnya perbedaan yang paling mendasar pada kalimat aktif dan kalimat pasif terletak pada subyeknya. Kalimat aktif subjeknya berperan sebagai pelaku dari sebuah pekerjaan. Sedangkan kalimat pasif subjek diberi pekerjaan.

Pengertian Kalimat Aktif

Suatu kalimat yang subjeknya memiliki peran sebagai pelaku merupakan definisi dari kalimat aktif. Pelaku pada kalimat tersebut, secara aktif melakukan perbuatan yang dijelaskan oleh predikat kepada objek.

Ciri-Ciri Kalimat Aktif

  • Subjek pada kalimat aktif akan menjadi pelaku tindakan
  • Kalimat aktif sudah pasti menggunakan kata kerja aktif
  • Kata kerja yang digunakan mendapat imbuhan berawalan me- atau ber-
  • S-P-O-K (Subjek-Predikat-Objek-Keterangan) atau S-P-K (Subjek-Predikat-Keterangan) merupakan pola kalimat aktif.

Contoh Kalimat Aktif

  • Kakak menggandeng tangan adik selama perjalanan ke sekolah. (S-P-O-Ket. Waktu)
  • Awe tinggal di Yogyakarta. (S-P-Ket.Tempat)
  • Desi menanam sayur.
  • Kakek membelikan aku sebuah boneka.
  • Akbar merusak sepedanya Anggara.

Kalimat Aktif Berdasarkan Kehadiran Objek atau Kata Benda yang Mengikutinya

Terdapat 4 macam, kalimat aktif berdasarkan kehadiran objek atau kata benda yang mengikutinya:

1. Kalimat Aktif Transitif

Kata kerja dalam bentuk aktif dan kata kerja itu sendiri membutuhkan sebuah objek, maka kalimat tersebut dinyatakan sebagai kalimat aktif transitif. Dalam pembagiannya, kalimat aktif transitif dikelompokkan lagi menjadi tiga jenis:

  • Verba Monotransitif. Dilihat dari namanya saja, sudah jelas bahwa kata kerja transitif ini hanya menggunakan satu objek saja. Contoh kalimat aktif monotransitif: Paman memberi Asti uang sebanyak Rp10.000,00 (S-P-O-K)
  • Verba Bitransitif. Kata kerja transitif dalam kalimat aktif dengan menggunakan dua objek. Contoh kalimat aktif bitransitif: Dani memberi apel dan jeruk untuk Randi. (S-P-O-Konj-O-K)
  • Verba Ditransitif. Kata kerja transitif pada kalimat aktif tetapi predikat tidak muncul, walaupun memerlukan objek. Contoh kalimat aktif ditransitif: Doni sedang membaca. (S-P)

2. Kalimat Aktif Ekatransitif

Kalimat aktif ekatransitif dapat membentuk sebuah kalimat yang memiliki 3 unsur yakni, subjek, predikat, dan objek. Dengan keterangan lain, bahwa kalimat ini menggunakan kata kerja dalam bentuk aktif dengan memerlukan objek tetapi tidak menggunakan kata keterangan. Contoh kalimat aktif ekatransitif: Anjani mengambil selembar kertas. (S-P-O)

3. Kalimat Aktif Intransitif

Kalimat aktif intransitif adalah kalimat yang diikuti oleh keterangan dan pelengkap karena pada dasarnya kalimat ini menghindari adanya penggunaan objek. Meskipun menggunakan kata kerja dalam bentuk aktif, kalimat ini tetap menerima perlakuan adanya subjek. Pola kalimat yang biasa ditunjukkan adalah S-P atau S-P-K. Contoh kalimat aktif intransitif: Maya pulang ke Jakarta. (S-P-K)

4. Kalimat Aktif Dwitransitif

Adanya kata kerja aktif, mempunyai satu verba (predikat) dan keharusan menggunakan objek serta kata keterangan merupakan definisi dari kalimat aktif dwitransitif. Berbeda dengan kalimat aktif ekatransitif yang memiliki 3 unsur, kalimat aktif dwitransitif ini mempunyai 4 unsur yaitu subjek, predikat, objek, dan kata keterangan. Keempat unsur ini memiliki keterkaitan dalam sebuah kalimat. Jika satu unsur tidak diterapkan maka kalimat akan kehilangan arti dan makna. Contoh kalimat aktif dwitransmitif: Ayah mengirim uang kepada kakak setiap Minggu. (S-P-O-K)

Pengertian Kalimat Pasif

Contoh kalimat aktif dan pasif memang menarik untuk diketahui. Setelah membahas kalimat aktif, kini saatnya mengulas seputar kalimat pasif. Kalimat pasif adalah kalimat yang subjeknya diberikan sebuah tindakan dari predikat oleh objeknya. Pada dasarnya, kalimat aktif bisa diubah menjadi kalimat pasif dengan mengubah imbuhan melalui predikat kalimatnya. Namun, terdapat kalimat aktif yang tidak dapat diubah menjadi kalimat pasif.

Ciri-Ciri Kalimat Pasif Secara Umum

  • Pada kalimat aktif subjek menjadi sasaran objek
  • Dalam kalimat pasif subjek akan diberikan perlakuan atau tindakan dari objeknya
  • Sudah pasti, kalimat pasif menggunakan kata kerja pasif
  • S-P-O ataupun S-P-O-K merupakan pola kalimat dari kalimat pasif

Ciri-Ciri Kalimat Pasif Di Luar Fungsi Subjeknya

Jika terdapat kalimat dengan ciri-ciri sebagai berikut, maka kalimat ini dikategorikan sebagai kalimat pasif.

1. Predikat pada Kalimat Pasif Cenderung Berimbuhan di-, ter-, atau ke-an

Jika anda telah menemukan predikat dengan ditambahkan salah satu dari ketiga imbuhan tersebut dalam sebuah kalimat, maka sudah dapat dipastikan bahwa kalimat tersebut merupakan kalimat pasif. Adanya salah satu dari ketiga imbuhan ini, maka secara tidak langsung subjek dalam kalimat telah diberi perlakuan. Contohnya: Pengedar narkoba itu ditangkap oleh polisi melalui operasi penggeledahan. (S-P-O-Keterangan cara)

2. Mempunyai Pronomina Persona yang Bergabung Bersama Predikat

Pronomina persona sendiri merupakan kata ganti yang digunakan untuk merujuk pada orang pertama, kedua, ataupun ketiga. Dengan istilah lain seperti ku-, kau, maupun -nya.

Pada umumnya pronomina persona merujuk pada posisi subjek ataupun objek di dalam sebuah kalimat. Jika pronominal personanya telah mengarah ke objek, dan letak pronominal persona menyatu dengan predikat maka sudah dapat dipastikan bahwa kalimat itu, adalah kalimat pasif. Contohnya: Kalimat itu diucapkannya berulang kali. (S-P+O-Keterangan Cara)

Syarat-Syarat yang Harus Dipenuhi Suatu Kalimat Aktif dapat Diubah Menjadi Kalimat Pasif

  • Kalimat aktif yang mempunyai objek. Kalimat aktif yang mempunyai objek ini adalah kalimat aktif transitif.
  • Kalimat aktif tidak mengandung unsur perintah atau komando
  • Selain itu, kalimat aktif juga bukan kalimat seru.
Cara Mengubah Kalimat Aktif Menjadi Kalimat Pasif
SATUBAHASA.COM

Cara Mengubah Kalimat Aktif Menjadi Kalimat Pasif

  • Anda harus memastikan terlebih dahulu bahwa kalimat aktif yang ingin anda ubah mempunyai objek.
  • Selanjutnya anda dapat mengubah posisi subjek ke objek dan objek ke subjek
  • Mengubah kata kerja dalam kalimat aktif dengan menambahkan imbuhan di- atau ter-.

Contoh Kalimat Pasif

  • Sayuran itu ditanam oleh Siska. (S-P-O)
  • Buronan pengedar narkoba tertangkap oleh polisi pagi tadi. (S-P-O-k)
  • Pensil ku terinjak Hani yang sedang berdiri di samping ku (S-P-O-Pel. K)
  • Ruang tamu itu disapu oleh kakak hingga menjadi bersih (S-P-O-K)

Kalimat-Kalimat Pasif Berdasarkan Penggunaan Predikat Turunan

Berikut ini merupakan panduan dan contoh kalimat-kalimat pasif yang menggunakan predikat turunan. Predikat turunan ini merupakan kata kerja yang sudah mengalami reduplikasi atau bentuk majemuk, gabungan proses dan mengalami afiksasi. Inilah penjelasan secara detailnya:

Kalimat Pasif 1

Kalimat pasif yang menggunakan predikat berupa kata kerja yang mendapatkan imbuhan di bagian awal kata dasarnya, misalnya di, dan ter. Contohnya:

  • Puisi Kakak ditulis oleh Ika. (Kata dasar predikat adalah tulis)
  • Bulan Januari ini bibit Lele ditebar oleh para pembudidaya ikan. (Kata dasar predikat adalah tebar)
  • Banyak batu di jalanan dekat lorong perumahan itu (Kata dasar predikat adalah jalan)

Kalimat Pasif 2

Kalimat pasif menggunakan predikat kata kerja dengan memperoleh imbuhan yang disisipkan pada tengah kata dasar. Misalnya el, in, em, er, dan ah. Contoh kalimatnya:

  • Sindikat perdagangan organ tubuh secara ilegal diselidiki oleh aparat keamanan. (Kata dasar predikat adalah selidik)
  • Deni terperanjat oleh Desti yang muncul secara tiba-tiba. (Kata dasar predikat adalah panjat)

Kalimat Pasif 3

Kalimat pasif yang menggunakan kata kerja dengan mendapatkan imbuhan di awal dan di akhir pada kata dasar. Misalnya, per-an, di-kan, ter-i, dan per-i. Contoh kalimatnya:

  • Objek wisata Bali telah dikunjungi para wisatawan asing (Kata dasar predikat adalah kunjung)
  • Celana ku ternodai kotoran Ayam. (Kata dasar predikat adalah noda)
  • Koala diselubungi oleh rambut-rambut tebal (Kata dasar predikat adalah selubung)

Kalimat Pasif 4

Kalimat pasif yang menggunakan kata kerja dengan mendapat imbuhan akhir kata dasarnya saja. Misalnya -i. Contoh kalimatnya:

  • Mawar disirami Nenek setiap sore. (Kata dasar predikat adalah siram)
  • Kesalahan kecelakaan itu terampuni oleh korbannya. (kata dasar predikat adalah ampun)

Kalimat Pasif 5

Kalimat pasif yang menggunakan kata kerja dengan mengalami pengulangan kata dasar. Contoh kalimatnya:

  • Makanan itu dibuang-buang oleh orang-orang yang tidak bersyukur. (Kata dasar predikat adalah buang)
  • Pikiran ku dibayang-bayangi oleh wajah cantik gadis itu. (Kata dasar predikat adalah bayang)
  • Koran dirobek-robek Adik hingga hancur. (Kata dasar predikat adalah robek)

Kalimat Pasif 6

Kalimat pasif yang menggunakan kata kerja yang terdiri dengan dua kata dasar dalam satu kalimat. Contoh kalimatnya:

  • Masalah pribadi dengan masalah kelompok jangan dicampuradukan dalam musyawarah. (Kata dasar predikat adalah campur dan aduk)
  • Kerapu dibudidayakan oleh para nelayan di keramba jaring apung. (Kata dasar predikat budi dan daya).

Dengan belajar contoh kalimat aktif dan pasif, maka anda akan dengan mudah membuat wawasan bahasa menjadi luas. Selain itu, anda juga mengetahui kapan kalimat aktif dan kalimat pasif sebaiknya digunakan. Bagi anda yang ingin belajar dan membuat puisi atau cerpen, dengan penguasaan kedua kalimat tersebut akan memberikan hasil karya yang baik.